HALSEL_IP- Pelantikan Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Halmahera Selatan menjadi momentum mempertemukan kekuatan organisasi, pemerintah daerah, dan kalangan intelektual untuk membaca kembali arah pembangunan daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelantikan yang dihadiri jajaran Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara dan Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba itu mengusung tema “Meneguhkan Islam dan Keindonesiaan, Menguatkan Kiprah KAHMI dalam Mengawal Transformasi Halmahera Selatan Berbasis Agromaritim yang Maju, Berkarya, Inklusif dan Berkeadilan.”

Kehadiran MW KAHMI Maluku Utara tidak sekadar menjadi bentuk dukungan terhadap kepengurusan baru MD KAHMI Halmahera Selatan. Forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi untuk mempertegas kembali peran alumni HMI dalam mengawal kebijakan dan pembangunan daerah.

Di sisi lain, kehadiran Bupati Bassam Kasuba memberi dimensi penting dalam forum tersebut. Pemerintah daerah dan KAHMI dipertemukan dalam satu ruang untuk membicarakan pembangunan Halmahera Selatan yang bertumpu pada kekuatan lokal, terutama sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Sejumlah pengurus MW KAHMI Maluku Utara hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Koordinator Presidium Ishak Naser, Hasby Yusuf, Musriono Nabiu, Hasim Abdulkarim, M. Hasym Saban, Muamil Abdurahman, Naila Ibrahim, Yusniwanti, Sri Indriyani, Siti Barora, Anti Sabua, serta sejumlah pengurus FORHATI.

Koordinator Presidium MW KAHMI Maluku Utara, Ishak Naser, menegaskan bahwa KAHMI harus melampaui fungsi sebagai ruang silaturahmi alumni. Organisasi tersebut dituntut hadir dengan gagasan dan kontribusi konkret dalam menjawab persoalan masyarakat.

“Tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pembangunan Halmahera Selatan. KAHMI harus hadir dengan gagasan dan kerja nyata, terutama dalam mendorong pembangunan berbasis potensi agromaritim yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Ishak.

Menurut dia, kepengurusan baru MD KAHMI Halmahera Selatan perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan berbagai elemen lainnya.

KAHMI, kata Ishak, memiliki modal intelektual dan jejaring yang dapat digunakan untuk memperkuat pembangunan daerah. Karena itu, kontribusi alumni HMI tidak seharusnya berhenti pada wacana, tetapi diterjemahkan menjadi gagasan kebijakan dan kerja sosial yang menyentuh kepentingan publik.

Sementara itu, Hasby Yusuf, Anggota DPD RI, turut mengisi rangkaian pelantikan melalui stadium general. Ia menyoroti posisi kaum intelektual dan alumni HMI dalam mengawal transformasi pembangunan Halmahera Selatan.

Hasby menilai kekayaan sektor pertanian, kelautan, dan perikanan harus ditempatkan sebagai fondasi ekonomi masyarakat. Konsep agromaritim, menurut dia, perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka kesempatan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“KAHMI harus menjadi bagian dari solusi. Alumni HMI memiliki kapasitas intelektual, jaringan dan pengalaman yang dapat dikontribusikan untuk mengawal pembangunan agar lebih maju, inklusif dan berkeadilan,” kata Hasby.

Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai Islam dan keindonesiaan tetap menjadi pijakan dalam menjalankan peran sosial, kebangsaan, dan pembangunan.

Kehadiran Bupati Bassam Kasuba bersama jajaran MW KAHMI Maluku Utara memperlihatkan bahwa pelantikan MD KAHMI Halmahera Selatan tidak hanya menjadi agenda internal organisasi.

Forum itu sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan kekuatan masyarakat sipil mengenai masa depan pembangunan daerah.

Pada akhirnya, kepengurusan baru MD KAHMI Halmahera Selatan menghadapi pekerjaan yang lebih besar setelah pelantikan, memastikan gagasan agromaritim tidak berhenti sebagai tema seremoni, tetapi diterjemahkan menjadi agenda pembangunan yang konkret, inklusif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pelantikan menjadi awal. Ujian sesungguhnya adalah seberapa jauh KAHMI mampu mengubah kapasitas intelektual alumninya menjadi kerja nyata bagi Halmahera Selatan,”(tim/red).