JAKARTA – Garuda Indonesia mulai menguji layanan internet berkecepatan tinggi di dalam pesawat. Uji coba ini menjadi langkah awal maskapai nasional tersebut untuk menghadirkan konektivitas internet yang lebih cepat selama penerbangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pilot project high-speed inflight connectivity dilakukan pada penerbangan GA-960 rute Jakarta-Madinah pada 17 Agustus 2026.

Dalam penerbangan tersebut, penumpang terpilih mendapat kesempatan mencoba koneksi internet berkecepatan tinggi untuk berbagai aktivitas digital, termasuk melakukan video call saat pesawat berada di ketinggian lebih dari 30.000 kaki.

Uji coba tersebut merupakan bagian dari kampanye “Sinyal Merdeka” yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

81 Penumpang Ikut Uji Coba

Dalam pilot project tersebut, sebanyak 81 penumpang mendapatkan akses khusus untuk mencoba layanan high-speed inflight connectivity.

Jumlah tersebut dipilih sebagai representasi 81 tahun kemerdekaan Indonesia sekaligus menjadi bagian dari pengujian pengalaman konektivitas generasi baru Garuda Indonesia.

Melalui koneksi tersebut, penumpang dapat melakukan berbagai aktivitas digital, mulai dari berkirim pesan, mengakses informasi, hingga mencoba aktivitas yang membutuhkan koneksi lebih tinggi seperti video call.

Kemampuan melakukan video call menjadi salah satu aspek yang diuji untuk mengetahui sejauh mana koneksi internet dapat mendukung aktivitas digital dengan kebutuhan bandwidth lebih besar selama penerbangan.

Namun, kemampuan tersebut masih merupakan bagian dari tahap pengujian. Garuda Indonesia belum menyatakan bahwa layanan video call maupun internet berkecepatan tinggi sudah tersedia secara reguler di seluruh penerbangannya.

Siarkan Naskah Proklamasi dari Pesawat

Dalam program “Sinyal Merdeka”, Garuda Indonesia juga memanfaatkan konektivitas internet di pesawat untuk menyiarkan secara langsung pembacaan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Siaran tersebut kemudian diperdengarkan melalui sistem public address (PA) sehingga dapat diikuti secara bersamaan oleh penumpang di dalam kabin.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian uji coba konektivitas sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Belum Semua Pesawat Dilengkapi Internet Cepat

Untuk saat ini, layanan internet berkecepatan tinggi tersebut belum tersedia di seluruh penerbangan Garuda Indonesia.

Setelah pilot project, maskapai akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek, mulai dari performa konektivitas, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, keselamatan, hingga kesesuaian dengan regulasi penerbangan.

Kesiapan armada dan teknologi pendukung juga akan menjadi pertimbangan sebelum layanan dikembangkan secara lebih luas.

Garuda Indonesia memproyeksikan implementasi high-speed inflight connectivity dilakukan secara bertahap mulai 2027.

Artinya, belum semua pesawat Garuda Indonesia akan langsung dilengkapi layanan internet cepat pada 2027. Penerapannya akan bergantung pada kesiapan armada, teknologi, hasil evaluasi, serta aspek regulasi dan keselamatan.

Bagian dari Transformasi Layanan

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan, pengembangan high-speed inflight connectivity merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah layanan sebagai maskapai full-service.

Menurut dia, transformasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana perubahan tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi penumpang.

Karena itu, konektivitas internet berkecepatan tinggi menjadi salah satu inovasi yang dipersiapkan Garuda Indonesia untuk menjawab kebutuhan penumpang terhadap akses digital selama perjalanan.

Uji coba pada penerbangan GA-960 menjadi tahap awal sebelum layanan dikembangkan lebih lanjut.

Garuda Indonesia akan menggunakan hasil pengujian tersebut untuk mengevaluasi performa teknologi sekaligus pengalaman pengguna sebelum menentukan tahapan implementasi berikutnya.

Belum Ada Informasi soal Tarif

Meski uji coba telah dilakukan, Garuda Indonesia belum mengumumkan skema tarif layanan internet tersebut.

Maskapai juga belum memastikan apakah layanan high-speed inflight connectivity nantinya akan diberikan secara gratis kepada seluruh penumpang atau menggunakan skema berbayar.

Karena itu, layanan yang sedang diuji tersebut belum dapat disebut sebagai “WiFi gratis” sebelum Garuda Indonesia memberikan pengumuman resmi.

High-speed inflight connectivity sendiri merupakan layanan yang memungkinkan penumpang mengakses internet selama berada di dalam pesawat.

Dalam pengujian Garuda Indonesia, koneksi tersebut digunakan untuk berbagai aktivitas digital, termasuk video call yang membutuhkan koneksi lebih tinggi.

Kehadiran layanan ini berpotensi membuat penumpang tetap terhubung selama penerbangan, baik untuk berkomunikasi, mengakses informasi, maupun menjalankan aktivitas digital lainnya.

Namun, kualitas dan ketersediaan layanan nantinya tetap bergantung pada teknologi yang digunakan, kesiapan armada, serta aspek operasional. (*)