TERNATE, IP- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kota Ternate memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan mudah terbakar, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman turun langsung memantau perkembangan titik api dari udara menggunakan drone.
Tauhid bersama Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Thamrin Marsaoly dan jajaran terkait memantau sejumlah lokasi yang terdampak karhutla, terutama kawasan Taman Love, TPA Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome dan Kelurahan Sulamadaha.
Pemantauan dari udara dilakukan untuk memperoleh gambaran lebih luas mengenai sebaran titik api sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat.
“Saat ini kita memantau langsung di sejumlah titik terparah dengan menggunakan video drone,” kata Tauhid.
Kebakaran di kawasan tersebut bukan sekadar persoalan api. Kepulan asap yang tebal juga menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.
Pemerintah Kota Ternate bahkan telah meminta penyiapan posko kesehatan di Sulamadaha untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap warga.
Tauhid meminta masyarakat dan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran.
“Saya meminta kepada semua pihak agar tidak melakukan aktivitas bakar. Kondisi kemarau seperti ini sangat cepat membuat api beraksi,” ujarnya.
Selain pemantauan titik api, Pemkot Ternate menyiapkan langkah pendukung untuk mempercepat pemadaman. Pemerintah daerah menginstruksikan pembuatan bak penampungan air sementara di sejumlah titik agar pasokan air bagi petugas pemadam lebih mudah dijangkau.
Karhutla di Ternate kini menjadi peringatan bahwa musim kering bukan sekadar persoalan berkurangnya air. Dalam kondisi lahan yang mudah terbakar, satu sumber api kecil dapat berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan warga.
Karena itu, pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas pemadam. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi bagian penting dalam memutus rantai kebakaran (tim/ip).




