TERNATE_IP– Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara dan anggota DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, membuka ruang kolaborasi program di sejumlah bidang, mulai dari keagamaan, sosial, kemanusiaan hingga pendidikan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat peran organisasi dan lembaga perwakilan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Ketua Muslimat NU Maluku Utara, Rosita Alting, mengatakan kolaborasi tersebut perlu dibangun secara lebih serius dan berkelanjutan. Menurut dia, kerja sama lintas unsur menjadi penting agar berbagai agenda sosial dan kemanusiaan dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Kolaborasi ini harus lebih serius lagi,” ujar Rosita.
Rosita juga menyampaikan apresiasi kepada Hasby Yusuf yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi dan bertukar gagasan dengan Muslimat NU Maluku Utara.
“Terima kasih atas waktu yang diberikan anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, karena kita bisa saling berbagi,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, isu perlindungan perempuan dan anak, khususnya mereka yang menjadi korban kekerasan, turut menjadi perhatian. Muslimat NU menilai perlindungan kelompok rentan membutuhkan kepedulian bersama, baik melalui edukasi, pendampingan sosial maupun penguatan jejaring kemanusiaan.
Hasby Yusuf menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Muslimat NU Maluku Utara, termasuk dalam program yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
“Siap berkolaborasi dengan Muslimat NU, apalagi terkait perlindungan terhadap perempuan dan anak dan lain-lain,” ujar Hasby.
Bagi Hasby, keterlibatan dalam kerja-kerja sosial bukan sekadar persoalan kelembagaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa membantu masyarakat, khususnya kaum ibu dan kelompok yang membutuhkan perhatian, harus dilakukan dengan keikhlasan dan kepedulian.
“Keikhlasannya untuk membantu ibu-ibu itu tanggung jawab kita,” tambahnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi, tetapi berkembang menjadi program nyata di bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan kemanusiaan, termasuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Maluku Utara,”(tim/red).




