TERNATE, IP- Aktivitas sejumlah truk pengangkut material pasir di Kota Ternate belakangan ini mulai meresahkan pengguna jalan. Material yang diangkut diduga untuk kebutuhan proyek pembangunan, namun cara pengangkutannya dipertanyakan karena masih ditemukan truk yang melintas tanpa menutup muatan dengan terpal.
Salah satu kejadian nyaris mencelakakan pengguna jalan terjadi pada Selasa pagi menjelang siang tadi sekitar pukul 10.25–10.30 WIT. Sebuah truk pengangkut pasir yang masih menggunakan nomor kendaraan luar daerah melintas dengan membawa muatan pasir tanpa penutup terpal.
Saat truk melaju, hembusan angin membuat material pasir beterbangan. Seorang perempuan pengguna sepeda motor yang berada di sekitar truk tersebut mengaku pasir mengenai bagian matanya.
Peristiwa itu membuat pengguna jalan khawatir. Sebab, material pasir yang berhamburan bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi berpotensi mengganggu pandangan pengendara dan memicu kecelakaan.
Seorang warga sebut saja ibu Sina menyayangkan masih adanya truk pengangkut pasir yang beroperasi tanpa memastikan muatannya tertutup dengan baik.
“Truk muat pasir baru tara tutup deng terpal itu. Talama tong cilaka ini,” ujar Sina, mengungkapkan kekhawatirannya.
Menurut dia, pengangkutan material semestinya tidak hanya mengejar kepentingan proyek, tetapi juga memperhatikan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material yang melintas di wilayah Kota Ternate. Apalagi, jika material yang dibawa berpotensi tercecer atau beterbangan dan membahayakan pengguna jalan.
Redaksi masih menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas truk tersebut, termasuk asal material, tujuan pengangkutan, serta proyek yang diduga menjadi lokasi tujuan material pasir.
Hingga berita ini dibuat, belum diperoleh keterangan dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait mengenai pengawasan dan standar keselamatan pengangkutan material tersebut,”(tim/red)”.




