KEPSUL, IP- Asap hitam pekat menyelimuti seluruh wilayah di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, dalam kurang lebih sepekan terakhir. Kepulan asap yang terlihat cukup tebal itu mulai mengusik kenyamanan warga karena hingga kini belum diketahui secara pasti sumbernya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: dari mana asap itu berasal dan apakah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di wilayah sekitar?
Mustari, salah seorang warga asal Kepulauan Sula, menduga asap tersebut kemungkinan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu.
Menurut dia, kondisi geografis Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu yang berdekatan memungkinkan asap terbawa angin dari wilayah yang mengalami kebakaran.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dari instansi teknis maupun pihak berwenang.
“Bisa saja asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Taliabu, kemudian terbawa angin sampai ke Sula karena kedua wilayah ini berdekatan,” ujar Mustari.
Sejumlah warga mengaku mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi udara yang diselimuti asap. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah tidak menganggap persoalan tersebut sebagai fenomena biasa, terutama jika berlangsung selama beberapa hari.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulau Taliabu dilaporkan masih berlangsung hingga saat ini.
Kondisi tersebut membuka kemungkinan adanya pergerakan asap antardaerah, tergantung arah dan kecepatan angin.
Namun, memastikan keterkaitan antara asap yang menyelimuti Kepulauan Sula dengan karhutla di Taliabu membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu segera melakukan pemantauan kualitas udara, menelusuri sumber asap, serta memastikan apakah terdapat dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Persoalannya bukan semata-mata tentang dari mana asap itu datang. Jika kepulan asap terus bertahan dan mulai mengganggu aktivitas warga, maka publik berhak memperoleh penjelasan yang terang.
Jangan sampai masyarakat hanya melihat asapnya, sementara sumber dan risikonya tidak pernah dijelaskan (tim/ip).




