TERNATE _IP– Jalan raya bukan sekadar ruang bagi kendaraan untuk bergerak. Di atasnya, setiap hari berlangsung aktivitas yang mempertemukan kepentingan banyak orang pengendara, penumpang, pejalan kaki hingga para pengemudi ojek online yang menjadikan jalan sebagai ruang kerja mereka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Karena itu, keselamatan lalu lintas tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Pengemudi ojek online, penumpang, pengguna jalan, dan aparat kepolisian memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Maluku Utara Kombes Pol. Doni Hermawan, S.I.K., S.H., M.Si., saat bertemu dengan para pengemudi ojek online di Kota Ternate.

Doni mengajak seluruh pengemudi ojek online di Maluku Utara untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas di jalan.

Menurut dia, profesi ojek online memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka berlangsung hampir setiap hari dan bersentuhan langsung dengan berbagai situasi di jalan.

“Ojek bukan hanya sekadar mengantar penumpang. Dalam aktivitas sehari-hari, mereka merupakan bagian dari pengguna jalan yang memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas,” ujar Doni.

Ia menekankan, pengemudi ojek tidak hanya dituntut mampu mengantarkan penumpang sampai tujuan, tetapi juga perlu membangun kesadaran untuk menciptakan perjalanan yang aman sejak penumpang naik hingga tiba di tempat tujuan.

Keselamatan, kata Doni, dimulai dari hal-hal mendasar. Pengemudi harus memastikan kondisi kendaraan layak digunakan, menggunakan helm sesuai standar, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Pengemudi juga diminta tidak mengabaikan kondisi fisik dan konsentrasi saat berkendara. Kelelahan, mengantuk, terburu-buru mengejar pesanan, hingga penggunaan telepon seluler ketika kendaraan sedang bergerak dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

“Keselamatan ojek dan penumpang merupakan tanggung jawab bersama,” kata Doni.

Dalam konteks itu, pengemudi ojek online juga diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi kepolisian maupun masyarakat. Karena intensitas mereka berada di jalan cukup tinggi, para pengemudi berpotensi mengetahui lebih cepat berbagai situasi yang terjadi di lapangan, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kemacetan, gangguan keamanan hingga kondisi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Informasi tersebut dinilai dapat membantu kepolisian melakukan respons lebih cepat sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Doni berharap hubungan antara kepolisian dan komunitas ojek online tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di Kota Ternate dan Maluku Utara.

Keselamatan Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Komitmen serupa disampaikan Kasat Lantas Polres Ternate Iptu Naomi Olinna Harahap, S.Tr.K., M.H.

Naomi mengatakan, Satuan Lalu Lintas Polres Ternate terus berkomitmen menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan, termasuk para pengemudi ojek online yang memiliki mobilitas tinggi di wilayah Kota Ternate.

Menurut dia, keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran polisi di jalan. Kesadaran setiap pengguna jalan menjadi fondasi utama untuk menekan potensi kecelakaan.
Para pengemudi ojek, kata Naomi, diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya dengan membangun kebiasaan berkendara yang disiplin.

Mulai dari menggunakan helm untuk pengemudi dan penumpang, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, tidak melawan arus, tidak menerobos lampu lalu lintas, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, memberikan ruang kepada pejalan kaki, hingga tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara.

Terlebih, kondisi jalan di wilayah perkotaan memiliki dinamika yang tinggi. Pergerakan kendaraan yang padat, aktivitas masyarakat, jalan yang sempit di sejumlah kawasan, serta perubahan kondisi cuaca menuntut pengemudi untuk selalu waspada dan mampu membaca situasi di sekitarnya.

“Keselamatan para pengguna jalan, khususnya para ojek, menjadi salah satu perhatian kami. Karena mereka setiap hari berada di jalan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Naomi.

Polisi dan Ojek Online Bangun Ruang Kolaborasi

Kedekatan kepolisian dengan komunitas ojek online juga diwujudkan melalui kegiatan sosial. Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara bersama Satuan Lalu Lintas Polres Ternate turut menyerahkan paket sembako kepada para pengemudi ojek online di Kota Ternate.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap para pengemudi yang setiap hari menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat.

Bagi pengemudi ojek online, pekerjaan di jalan bukan tanpa risiko. Mereka menghadapi cuaca, kepadatan lalu lintas, kondisi jalan yang berubah, hingga tekanan waktu ketika harus memenuhi pesanan.

Karena itu, perhatian terhadap mereka tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan perlindungan selama menjalankan pekerjaan.

Salah satu pengemudi ojek online, Rusdi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran kepolisian.

Menurut dia, komunikasi dan perhatian semacam itu merupakan hal yang dibutuhkan para pengemudi ojek online. Selain bantuan sosial, mereka juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi selama berada di jalan.

“Hal seperti ini yang kami harapkan. Kami merasa diperhatikan dan bisa berkomunikasi langsung dengan pihak kepolisian,” ujar Rusdi.

Pertemuan tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa keselamatan lalu lintas bukan semata perkara aturan dan penindakan. Di jalan, keselamatan lahir dari kesadaran untuk saling menjaga.

Pengemudi ojek memiliki peran. Penumpang memiliki tanggung jawab. Pengguna jalan lainnya juga demikian.

Sementara polisi hadir memastikan aturan berjalan sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat.

Di tengah tingginya mobilitas warga Ternate, jalan raya menjadi ruang bersama. Karena itu, satu perjalanan yang selamat bukan hanya soal sampai di tujuan, tetapi tentang memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk kembali pulang dengan selamat,”(tim/red).