TERNATE, InfoPilar.id -Seorang pendaki Gunung Gamalama, Halida Lasakolah (21), berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan setelah mengalami sakit saat berada di Pos 5 jalur pendakian Gunung Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami lemas setelah menjalani proses evakuasi pada malam hari dengan kondisi medan yang cukup sulit.

Kasubag Humas Kantor SAR Ternate, Iksan M Nur mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan melakukan intercept terhadap korban pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 16.46 WIT.

Korban ditemukan di Pos 3 pada koordinat 0°48’14.00″N 127°20’48.00″E. Setelah berhasil ditemukan, tim langsung memberikan bantuan medis dasar kepada korban sebelum melakukan proses evakuasi menuju Kelurahan Moya.

“Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian karena kondisi medan yang cukup sulit, ditambah pelaksanaan evakuasi dilakukan pada malam hari,” kata Iksan

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban dari Pos 5 menuju Kelurahan Moya dengan menggunakan tandu. Sekitar pukul 01.55 WIT, korban tiba di Kelurahan Moya dalam kondisi lemas.

Proses evakuasi membutuhkan waktu karena tim harus melewati medan pendakian yang cukup sulit sambil memastikan kondisi korban tetap aman. Dengan kondisi malam hari, petugas bersama unsur SAR lainnya harus bekerja ekstra untuk menurunkan korban menggunakan tandu.

Selanjutnya, pada pukul 02.18 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Korban kemudian diserahkan kepada pihak rumah sakit dan keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Halida Lasakolah merupakan perempuan berusia 21 tahun yang berdomisili di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate.

Dengan berhasil dievakuasinya korban, pelaksanaan operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Tim Rescue KPP Ternate, RSUD Chasan Boesoirie Ternate, komunitas pencinta alam, serta masyarakat setempat. (*)